Development of Invertebrate Zoological Learning Videos for Students Based Ecological Aspects of Macrozoobentos in the Toaya River Waters

Authors

  • Rahmat Ansyari Universitas Tadulako
  • Achmad Ramadhan Universitas Tadulako
  • I Nengah Kundera Universitas Tadulako

DOI:

https://doi.org/10.22487/j25490192.2021.v5.i1.pp33-38

Keywords:

Macrozoobentos, streams, vidios

Abstract

Macrozoobenthos as basic organisms in relatively sedentary habitats. This study aims to describe the development of invertebrate zoological learning videos based on aspects of macrozoobenthic ecology in Toaya river waters and the results of the research can be made into videos about the types of Macrozoobenthos as a media for learning biology. The method used is descriptive method with purposive sampling technique. The results of the research have been developed as learning media in the form of videos with a percentage value of 78% for content experts, 80% for design experts, and 77% for media experts. Meanwhile, there were 20 student trials, the percentage reached 87%. This shows that the video made is suitable for use as a learning medium. The number of Macrozoobenthos found were 4 Macramia magnifica, Bellamya javanica, Faunus ater, and Ocypoda stimpsoni. The diversity of macrozoobenthos in the waters of the Toaya river, Sindue District, Donggala Regency is low, for very abundant abundance, high density and low frequency, very high dominance, and low diversity. The most distribution patterns are at stations IV and III which are inhabited by Ocypoda stimpsoni species.

Downloads

Download data is not yet available.

Author Biographies

Rahmat Ansyari, Universitas Tadulako

Pendidikan Sains/Pascasarjana-Universitas Tadulako

Achmad Ramadhan, Universitas Tadulako

Pendidikan Sains/Pascasarjana-Universitas Tadulako

I Nengah Kundera, Universitas Tadulako

Pendidikan Sains/Pascasarjana-Universitas Tadulako

References

Darojat, K., Kurniawan, N., & Retnaningdyah, C. (2020). Evaluasi kualitas air berbasis makrozoobentos sebagai bioindikator di empat mata air kawasan wisata Wana Wiyata Widya karya, Desa Cowek, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan. Jurnal Kajian Pariwisata dan Pembangunan Indonesia, 8(1), 1-8.

Ekaningrum, N., Ruswahyuni, & Suryanti. (2012). Kelimpahan hewan makrozoobentos yang berasosiasi pada habitat lamun dengan jarak yang berbeda di perairan Pulau Pramuka Kepulauan Seribu. Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Perairan, 1(1), 1- 6.

Farianita. (2006). Metode pengambilan sampel bioekologi. Jakarta: Penerbit PT Bumi Aksara.

Furaidah, Z., & C. Retnaningdyah. (2013). Perbandingan kualitas air irigasi pada pertanian organik dan anorganik berdasarkan sifat fisikokimia dan makroinvertebrata bentik studi kasus di Desa Sumber Ngempoh Lawang Kabupaten Malang. Jurnal Biotropik, 1(4), 154-159.

Hadikusumah. (2008). Variabel suhu dan salinitas perairan cisadane, makara. Jurnal Ilmu Biologi, 12(2), 82-88.

Haryono. (2004). Komunitas ikan di perairan Danau Sulawesi Utara di Gorontalo. BIOTA: Jurnal ilmiah ilmu hayati, 9(1), 54-62.

Izmiarti. (2010). Komunitas makrozoobentos di Banda Bakali Kota Padang. Jurnal Biospektrum, 6(1), 34-40.

Kawuri, R. L., Suparjo, N. M., & Suryanti. (2012). Kondisi tersebut berdasarkan bioindiator sungai seperti Tembalang, Kota Semarang. Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Perairan, 1(1), 1-7.

Michael. (1994). Metode ekologi untuk penyelidikan lapangan dan laboratorium. Penerbit Jakarta Universitas Indonesia.

Oktarina, A., & Syamsuddin, S. T. (2015) Keanekaragaman dan Sebaran Makrozoobentos di Perairan Lotik dan Lentik, Kawasan Kampus Institut Teknologi Bandung, Jatinanagor Sumedang, Jawa Barat. Pro Sem Nas Masy Biodiv Indon, 1(2), 227-235.

Pelealu, (2018). Kelimpahan dan Keanekaragaman Makrozoobentos di Sungai Air Terjun Talawan Utara Minahasa Sulawesi Utara. Sam Ratulangi. Jurnal Ilmiah Sains, 18(2), 98-102.

Rahmawaty. (2011). Indeks keanekaragaman Macrzoobenthos sebagai bioindikator tingkat pencemaran di Muara Sungai Jeneberang. Bionatur, 12(2), 103-109.

Ratih, L., Prihanta, W., & Susetyarini, E.R. (2015). Inventarisasi Keanekaragaman Makrozoobentos di DAS Brantas Kecamatan Ngoro Mojokerto Sebagai Sumber Belajar Biologi Kelas X. Jurnal Pendidikan Biologi Indonesia, 1(2): 158-169.

Rauf, Abdul. (2019). Keanekaragaman Makrozoobentos di Sungai Toaya, Desa Toaya, Kecamatan Sindue, Kabupaten Donggala. Palu: Universitas Tadulako. Jurnal Kreatif Online, 7(2), 114-131.

Rachman, H., Priyono, R., & Wardiatno, R. (2016). Makrozoobentos sebagai bioindikator kualitas air sungai di Sub DAS Ciliwung Hulu. Konservasi Media, 21(3), 261-269.

Romadhon, A. (2008). Kajian nilai ekologi melalui inventarisasi dan nilai indeks penting (INP) mangrove untuk perlindungan lingkungan di kepulauan kangean. Jurnal Embrio, 5(1), 82-97.

Salmin. (2005). Oksigen terlarut (DO) dan kebutuhan oksigen biologis (BOD) sebagai salah satu indikator untuk menentukan kualitas air. Jurnal Oseana, 1(30), 21-26.

Sudjana., & Rivai. (1992). Media pembelajaran. Bandung: Penerbit CV. Sinar Baru bandung.

Suwondo., Febrianti, E., Dessy., & Alpusari, M. (2004). Kualitas biologis perairan sungai senapelan, sagu dan layar di kota Pekanbaru berdasarkan bioindikator plankton dan bentos. Jurnal Biogenesis, 1(1), 15-20.

Tatangindatu, F., Kalesaran, O., & Rompas, R. (2013). Kajian parameter fisika kimia air di kawasan budidaya ikan di Danau Tondano, Desa Paleloan, Kabupaten Minahasa. Jurnal Akuakultur, 1(2), 8-19.

Yudianto. (2017). Aplikasi video sebagai sumber belajar. seminar Nasional

Zulkifli, H., & Setiawan, D. (2011). Struktur dan fungsi komunitas makrozoobenthic di perairan Sungai Musi kawasan Pulokerto sebagai instrumen biomonitoring. Jurnal Natur Indonesia, 14(1), 95-99.

Downloads

Published

2021-06-30

How to Cite

Ansyari, R., Ramadhan, A., & Kundera, I. N. (2021). Development of Invertebrate Zoological Learning Videos for Students Based Ecological Aspects of Macrozoobentos in the Toaya River Waters. Jurnal Riset Pendidikan MIPA, 5(1), 33-38. https://doi.org/10.22487/j25490192.2021.v5.i1.pp33-38

Issue

Section

Articles